Peluang Usaha Agen Rendang Kemasan

Agen Rendang Kemasan – Rendang merupakan salah satu kuliner khas dari Indonesia yang sudah dikenal hingga ke Mancanegara. Makanan yang identik dengan daging sapi berbumbu santan dan aneka rempah ini semakin dikenal sejak dinobatkan oleh CNN sebagai makanan terlezat di dunia pada tahun 2011. Seiring dengan semakin diminatinya kuliner rendang di berbagai negara, menjadi agen rendang kemasan tentu menjadi salah satu peluang yang cukup menjanjikan.

Agen Rendang Kemasan

Memilih Rendang Kemasan Untuk Dijual Lagi

Rendang kemasan kaleng menjadi salah satu rendang yang banyak dipilih untuk dijual lagi atau untuk reseller. Salah satu rendang kemasan terbaik yang banyak diminati adalah Rendang Den Lapeh. Kelezatan rendang ini telah dikenal hingga ke mana – mana bahkan sampai ke berbagai negara seperti Amerika, Australia, Malaysia, Singapura, dan negara – negara lainnya. Tentunya ada beberapa alasan mengapa rendang kemasan Den Lapeh lebih banyak diminati dibandingkan rendang kemasan merek lainnya.

Rendang kemasan Den Lapeh terdiri dari 3 varian yaitu rendang ayam suwir, rendang sapi, dan rendang paru. Rendang ayam suwir merupakan varian yang menarik bagi Anda yang tidak menyukai daging sapi. Citarasa yang disuguhkan pun tidak kalah lezat dengan rendang daging sapi dan harganya juga lebih terjangkau. Proses pembuatan rendang ayam suwir jauh lebih cepat dibandingkan daging sapi karena karakter dagingnya yang lebih cepat empuk

Keunggulan Rendang Padang Den Lapeh

Ada beberapa alasan mengapa banyak orang memilih menjadi agen rendang kemasan Den Lapeh yaitu sebagai berikut:

  • Kualitas Terbaik
  • Tidak Menggunakan Bahan Pengawet
  • Rasa mantap dan otentik
  • Bergizi
  • Siap saji
  • Dapat dikonsumsi untuk segala usia
  • Masa kadaluwarsa hingga 3 bulan
  • Variasi beragam

Manfaat Rendang Padang Den Lapeh

  • Sebagai bekal untuk pergi umroh atau haji
  • Sebagai oleh-oleh
  • Sebagai bekal untuk liburan saat pergi ke luar kota atau luar negeri
  • Siap saji
  • Dapat disantap sebagai pendamping nasi maupun roti
  • Sebagai stok makanan di rumah saat malas memasak
  • Dapat dipadukan dengan masakan lain
  • Bisa diolah menjadi hidangan baru
  • Untuk ibu hamil yang ngidam rendang

Saat Anda tidak ingin mencicipi masakan rendang, rendang kemasan Den Lapeh yang dijual dari agen rendang kemasan dapat diolah menjadi beberapa masakan lain misalnya kalio, empal daging, atau kari yang menggunakan bahan sama. Caranya cukup tambahkan santan atau bumbu yang lain sehingga nantinya akan memberikan rasa baru yang tidak kalah lezat.

Sejarah Rendang

Menurut catatan, rendang sudah ada sejak abad ke-16 tetapi mulai banyak ditulis pada abad ke-19. Dalam budaya masyarakat Minang, rendang mempunyai filosofi tersendiri. Kuliner ini biasanya disajikan untuk acara – acara yang istimewa misalnya upacara adat, menyambut tamu, khitanan, kenduri, dan acara keagamaan.

Menurut dugaan di kalangan peneliti, kuliner ini sudah ada sejak masyarakat Minang menggelar acara adat pertama kali. Selanjutnya masakan ini semakin berkembang ke Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke Negeri Sembilan, negara bagian dari federasi Malaysia karena para perantau Minang yang menetap di sana. Selain itu menurut sejarawan, rendang sudah ada sejak abad ke-16. Hal tersebut berdasarkan dari catatan literature pada abad ke-19 yang menjelaskan bahwa masyarakat Minang sering bepergian ke Selatan Malaka dan Singapura melewati jalur air. Lama perjalanan tersebut dapat memerlukan waktu sekitar 1 bulan. Karena tidak ada perkampungan dalam perjalanan tersebut, para perantau pun menyiapkan bekal makanan yang tahan lama dan bekal makanan tersebut adalah rendang. Selain itu pembukaan kampung baru di wilayah pantai timur Sumatera sampai Singapura, Malaysia, dan Malaka oleh masyarakat Minangkabau abad ke-16 juga telah mengikutsertakan rendang sebagai bekal makanan karena perjalanan mereka memerlukan waktu berbulan-bulan.

Sejarah kuliner rendang juga dipengaruhi oleh kedatangan bangsa India dan Arab di pantai barat Sumatera. Rendang diduga  berasal dari makanan khas India yaitu kari. Jadi rendang diperkirakan sebagai kari yang dimasak lebih lanjut. Yang membedakan rendang dengan kari adalah sifatnya yang lebih kering dan jauh lebih awet daripada kari. Walaupun identik dengan daging sapi, ternyata rendang juga hadir dalam beberapa varian lain yaitu rendang ayam, bebek, paru, telur, hati, dan ikan tongkol. Sementara itu dari Payakumbuh ada rendang suwir yaitu daging sapi atau daging ayam yang disuwir kecil-kecil.

Proses Memasak Rendang

Rendang sebagai masakan daging memiliki ciri khas berupa citarasa yang pedas dan dibumbui dengan aneka rempah – rempah. Masakan yang satu ini dibuat dengan proses yang lama karena dipanaskan secara berulang – ulang atau dimasak perlahan dengan santan kelapa. Memasak rendang memerlukan waktu selama berjam – jam yaitu 4 jam lebih sampai berwarna hitam pekat dan kering. Proses memasak rendang kering memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan rendang basah yaitu memerlukan waktu 8 -10 jam.

Memasak rendang harus telaten dan sabar serta ditunggui. Masakan tersebut juga harus sering dibolak balik supaya bumbunya menyerap sempurna dan santan mengering tanpa membuat masakan menjadi hangus atau membuat daging hancur. Cara memasak seperti ini dalam seni kuliner modern dikenal dengan sebutan karamelisasi. Jika dilihat dari kandungan santan, sebenarnya ada tiga tahap mulai dari yang paling berkuah atau basah sampai yang kering yaitu gulai, kalio, baru kemudian rendang. Jika melihat tahap tersebut, rendang adalah masakan yang kandungan cairannya paling sedikit. Namun secara umum rendang terdiri dari 2 macam yaitu rendang basah dan rendang kering. Rendang kering karena memiliki tekstur yang lebih kering cenderung lebih awet daripada kari.

Bumbu Rendang

Rendang dikenal dengan citarasanya yang lezat dan kaya rasa. Hal ini karena rendang dibumbui dengan santan kelapa dan banyak rempah-rempah. Bumbu yang dihaluskan antara lain adalah cabai, lengkuas, serai, jahe, kunyit, bawang putih, jahe, bawang merah, bawang putih, dan beberapa bumbu lainnya yang sering dikenal sebagai pemasak.

Bumbu yang digunakan pada rendang tersebut juga memberikan keunikan tersendiri karena merupakan bumbu – bumbu yang alami. Bumbu tersebut bersifat antiseptic serta mampu membunuh bakteri pathogen sehingga dapat berperan sebagai pengawet yang alami. Sementara itu, bawang merah, bawang putih, lengkuas, dan jahe diketahui bermanfaat sebagai antimikroba yang kuat. Dengan bumbu – bumbu tersebut, tidak heran jika rendang tersebut dapat disimpan selama 1 – 4 minggu.

Tinggalkan Balasan